Desa Tanjungkenongo

Kec. Pacet, Kab. Mojokerto
Prov. Jawa Timur

Loading

Desa Tanjungkenongo

Perayaan

Hari Sumpah Pemuda

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Ayo kita semua disiplin menerapkan protokol kesehatan Untuk Membuka blokir (BRImo) Anda bisa menghubungi CS BRI melalui WhatsApp Sabrina di (0852-1400-0134 atau 0817-7641-4017). Sampaikan masalah Anda bahwa akun BRImo terblokir karena salah memasukkan PIN atau password. SimAk Cara Buka Blokir BRImo Salah Password 3 Kali atasi akun BRImo terblokir cukup lewat hp

Berita Desa

Komentar Terbaru

KERAJAAN Majapahit ada di Jawa Timur. Tepatnya di Mojokerto. Sampai sekarang pernyataan itu masih diupayakan bukti-buktinya. Termasuk lewat ekskavasi situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Artefak-artefak di situs seluas 6 hektare tersebut menunjukkan bahwa lokasi yang kini sedang digali itu adalah bhumi alias kompleks istana, yakni puri Bhre Wengker.

”Temuan situs Kumitir ini akan menjadi titik awal pencarian lokasi pasti istana Majapahit,” ucap ketua tim ekskavasi situs Kumitir Wicaksono Dwi Nugroho kepada Jawa Pos Senin (30/8). Mengacu pada kitab Nagarakertagama, puri biasanya dibangun di sekeliling pura alias istana raja. Jika puri Bhre Wengker terletak di Kumitir, kuat dugaan istana Hayam Wuruk pun berada tidak jauh dari sana.

Bhre Wengker alias Wijayarajasa adalah paman sekaligus mertua Hayam Wuruk. Bhre adalah gelar untuk penguasa wilayah bawahan. Pada masa kejayaannya, Majapahit membawahkan 12 wilayah yang masing-masing dipimpin seorang bhre.

Empu Prapanca menuliskan bahwa puri Bhre Wengker berada di sisi timur istana Hayam Wuruk. Puri itu menjulang tinggi. Wicak (sapaan Wicaksono Dwi Nugroho) menduga, saat menuliskan deskripsi puri tersebut dalam Nagarakertagama, Prapanca sedang berada di istana Hayam Wuruk.

Selain Nagarakertagama, kitab lain yang menyebut puri Bhre Wengker sebagai istana timur adalah Pararaton dan Kidung Wargasari. Dalam naskah Pararaton, nama Kumitir tertulis sebagai Kumeper. Awal ditemukan, Kumitir diyakini sebagai tempat pendarmaan Mahesa Cempaka alias Mahisa Campaka. Dia adalah ayah pendiri Majapahit Raja Wijaya. Namun, penemuan keramik dari Dinasti Yuan, sumur, dan pecahan genting menepis dugaan tersebut. Artefak di situs itu menunjukkan bahwa Kumitir lebih dari sekadar tempat pendarmaan. Bangunan di Kumitir adalah candi tunggal patah.

Menurut Wicak, struktur bangunan yang berupa talut dan tembok berbentuk sudut persegi panjang kian menegaskan bahwa bangunan itu adalah puri. Apalagi, ciri-cirinya sama dengan yang didapatinya pada puri-puri peninggalan Hindu kuno di Bali.

Berkejaran dengan waktu, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menjadwalkan penggalian kontinu di Kumitir. Besok (6/9) ekskavasi di area barat situs, tempat ditemukannya gerbang Kumitir, akan berlanjut. ”Kami ingin menyelamatkan secepat mungkin,” kata Wicak dengan nada gemas.

Tantangan ekskavasi Kumitir adalah sebagian area yang berstatus lahan pribadi. Artinya, BPCB harus bisa bernegosiasi dengan para pemilik lahan agar bersedia mendukung proses penggalian situs bersejarah tersebut. Tentu saja ada konsekuensi yang harus dibayar. Dalam hal ini, biayanya Rp 50.000 per meter persegi untuk menyewa dan melakukan penggalian di lahan warga.

Anggaran ganti rugi itu menyedot sebagian besar dana ekskavasi Kumitir. Larut memusingkan biaya, BPCB bisa kehabisan waktu karena lahan-lahan pribadi tersebut berpotensi berpindah kepemilikan setiap saat. Bisa dijual ke orang lain atau dijadikan lokasi pembuatan batu bata. Jika opsi kedua berlaku, aktivitas pembuatan batu bata akan mengancam keberadaan artefak Majapahit. Bisa rusak atau malah hilang.

Di Mojokerto, penemuan situs Kumitir tidak bisa dilepaskan dari aktivitas para pencetak batu bata. Pada 2019 merekalah yang menemukan tatanan batu bata Majapahit –belakangan diketahui sebagai talut– di sana. Bunyi duk yang tidak biasa membuat Adit dan teman-temannya menghentikan aktivitas mencangkul. Mereka lantas mengusap bagian yang kena cangkul.

”Kami bersihkan pakai tangan dan ketemu struktur bata,” ucap Adit saat ditemui Senin lalu. Dia terkejut melihat ukuran batu bata yang empat kali lebih besar dari ukuran biasa. Mereka pun langsung melapor ke kantor desa yang kemudian meneruskannya ke BPCB. Kisah pencarian batu bata pada suatu siang 2019 itulah yang menjadi cikal bakal ekskavasi Kumitir.

Beri Komentar

Desa

1.424

Laki-laki

Laki-laki1.424penduduk

1.322

Perempuan

Perempuan1.322penduduk

2.746

TOTAL

TOTAL2.746penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

AHMAD HARIADI

Tidak Ada di Kantor

Sekretaris Kepala Desa

MUHAMAD MULYONO

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pemerintahan

RIZKY FIRMANSYAH ALIF

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pelayanan

CANDRA SUBAKTI

Tidak Ada di Kantor

Kaur Umum dan Tata Usaha

MULYADI

Tidak Ada di Kantor

Kaur Keuangan

KHOIRUL AMIN

Tidak Ada di Kantor

Kasi Kesejahteraan

LAILI FADLINA

Tidak Ada di Kantor

Kadus Glingsem

KASAN

Tidak Ada di Kantor

Kadus Balongkenongo

SUKIAN

Tidak Ada di Kantor

Kadus Sumberjejer

AKHMAD BASORI

Tidak Ada di Kantor

Kadus Sumberglagah

LULUS ALUSA

Tidak Ada di Kantor

Kadus Tanjungsari

AGUS MULYONO

Tidak Ada di Kantor

Kadus Tanjunganom

IMAM MAKSUS

Tidak Ada di Kantor

Staff Desa

WIWIN WINARTI

Tidak Ada di Kantor

Staff Desa

ALVIANA WAHYU PRATAMA PUTRI

Tidak Ada di Kantor
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 114
Kemarin : 1
Total Pengunjung : 37.152
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.51
Browser : Mozilla 5.0
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 114
Kemarin : 1
Total Pengunjung : 37.152
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.51
Browser : Mozilla 5.0

Transparansi Anggaran

APBDesa 2026 Pelaksanaan

Pendapatan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 155.000.040,00Rp. 155.000.000,00

100%

APBDesa 2026 Pendapatan

Hasil Aset Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 155.000.000,00Rp. 155.000.000,00

100%

Bunga Bank

Realisasi | Anggaran

Rp. 40,00Rp. 0,00

100%

APBDesa 2026 Pembelanjaan

Pemerintah Desa

AHMAD HARIADI

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

MUHAMAD MULYONO

Sekretaris Kepala Desa
Tidak Ada di Kantor

RIZKY FIRMANSYAH ALIF

Kasi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

CANDRA SUBAKTI

Kasi Pelayanan
Tidak Ada di Kantor

MULYADI

Kaur Umum dan Tata Usaha
Tidak Ada di Kantor

KHOIRUL AMIN

Kaur Keuangan
Tidak Ada di Kantor

LAILI FADLINA

Kasi Kesejahteraan
Tidak Ada di Kantor

KASAN

Kadus Glingsem
Tidak Ada di Kantor

SUKIAN

Kadus Balongkenongo
Tidak Ada di Kantor

AKHMAD BASORI

Kadus Sumberjejer
Tidak Ada di Kantor

LULUS ALUSA

Kadus Sumberglagah
Tidak Ada di Kantor

AGUS MULYONO

Kadus Tanjungsari
Tidak Ada di Kantor

IMAM MAKSUS

Kadus Tanjunganom
Tidak Ada di Kantor

WIWIN WINARTI

Staff Desa
Tidak Ada di Kantor

ALVIANA WAHYU PRATAMA PUTRI

Staff Desa
Tidak Ada di Kantor